Entrok

RM35.00

Penulis: Okky Madasari

Bandingkan dadaku dengan dada simbok yang besar, kendor, dan menggelantung seperti pepaya. Diam-diam aku mulai tak nyaman dengan dadaku yang mringkili.

Ini entrok. Ada dua segitiga yang bisa menutup gumpalan dada. Ukurannya pas dan agak menekan. Entrok itu menekan dada sehingga tetap kencang, tidak nglawer-nglawer, meskipun berlari kencang atau melompat.

Sumarni, seorang remaja baru gede yang sangat menginginkan Entrok untuk menyangga payudaranya yang mulai tumbuh. Pada masa itu, entrok bisa dikatakan pakaiannya orang-orang kaya. Orang-orang seperti Sumarni dan ibunya tidak akan sanggup membelinya. Ibunya terbiasa menggunakan kemben untuk menggantikan fungsi entrok, namun Sumarni tidak mau. Sumarni ingin entrok, entrok seperti yang dipakai oleh Tinah sepupunya.

Berawal dari keinginan  memiliki entrok sampai perlahan membawa kepada suatu posisi terpandang di masyarakat.

Categories: ,

Description

Okky Madasari ialah seorang pengarang Indonesia pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2012 untuk novel ketiganya,  Maryam di usia 28 tahun dan menjadi pemenang termuda.

Entrok merupakan novel tulisannya yang pertama, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan pada Juli 2013 dengan judul The Years of the Voiceless. Dalam setiap novelnya, ia menjadikan suaminya sebagai pembaca pertamanya dan mitra dalam diskusi untuk gagasan pada novel-novelnya.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Entrok”

Your email address will not be published. Required fields are marked *